Berita Bisnis
Waralaba dalam UU Perdagangan Terbaru: Analisis dan Implikasinya

Bisnis waralaba telah menjadi salah satu model usaha yang populer di Indonesia, menawarkan peluang bagi pengusaha untuk mengembangkan merek dan jangkauan pasar tanpa harus memulai dari nol.
Pemerintah Indonesia terus berupaya mengatur dan memfasilitasi pertumbuhan sektor ini melalui berbagai peraturan. Peraturan terbaru yang mengatur tentang waralaba adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, yang menggantikan PP Nomor 42 Tahun 2007. Artikel ini akan membahas secara mendalam ketentuan-ketentuan dalam PP 35/2024, implikasinya bagi pelaku usaha, serta peluang dan tantangan yang muncul dari regulasi ini.
Latar Belakang Regulasi Waralaba di Indonesia
Sebelum terbitkannya PP 35/2024, regulasi mengenai waralaba teratur dalam PP 42/2007 dan beberapa peraturan menteri terkait. Namun, seiring dengan perkembangan bisnis dan kebutuhan akan penyederhanaan regulasi, pemerintah memandang perlu untuk memperbarui aturan tersebut. Tujuannya adalah menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif, mendorong kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM, serta memastikan perlindungan bagi semua pihak yang terlibat dalam bisnis waralaba.
Definisi dan Kriteria Waralaba Menurut PP 35/2024
PP 35/2024 mendefinisikan waralaba sebagai hak khusus yang mereka miliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan kriteria tertentu dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat memanfaatkan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.
Adapun kriteria yang harus terpenuhi oleh suatu usaha untuk dapat anda waralabakan meliputi:
- Ciri Khas Usaha: Memiliki keunikan atau perbedaan yang membedakan dengan usaha sejenis lainnya.
- Terbukti Memberikan Keuntungan: Usaha telah berjalan minimal 3 tahun berturut-turut dan menunjukkan keuntungan berdasarkan laporan keuangan yang telah teraudit.
- Standar Pelayanan dan Barang/Jasa: Memiliki standar operasional yang tertulis dan jelas.
- Mudah Diajarkan dan Diaplikasikan: Sistem bisnis yang sederhana sehingga mudah terterapkan oleh penerima waralaba.
- Dukungan Berkesinambungan: Adanya komitmen dari pemberi waralaba untuk memberikan bimbingan dan dukungan terus-menerus.
- Hak Kekayaan Intelektual Terdaftar: Merek dagang atau hak kekayaan intelektual lainnya telah terdaftar resmi.
Perubahan signifikan dalam PP 35/2024 adalah penurunan syarat minimal operasional usaha dari 5 tahun menjadi 3 tahun, yang bertujuan untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya melalui skema waralaba.
Proses Pendaftaran dan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW)
Setiap pelaku usaha yang ingin menjalankan bisnis waralaba wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Proses pendaftaran STPW kini dapat anda lakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS), yang mempermudah dan mempercepat proses perizinan. Dokumen yang perlu anda siapkan antara lain:
- Prospektus Penawaran Waralaba: Dokumen yang memuat informasi lengkap tentang profil usaha, struktur organisasi, laporan keuangan dua tahun terakhir, daftar penerima waralaba, dan bukti pendaftaran hak kekayaan intelektual.
- Perjanjian Waralaba: Kesepakatan tertulis antara pemberi dan penerima waralaba yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak.
STPW yang telah terbit berlaku selama usaha waralaba tersebut berjalan, tanpa perlu perpanjangan berkala seperti pada regulasi sebelumnya. Namun, pelaku usaha wajib melaporkan kegiatan usahanya secara berkala setiap tahun melalui sistem OSS.
Kewajiban Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Kemitraan dengan UMKM
Salah satu fokus utama PP 35/2024 adalah mendorong penggunaan produk dan jasa lokal dalam operasional waralaba. Pemberi waralaba wajibkan untuk:
- Mengutamakan Produk Dalam Negeri: Minimal 80% dari bahan baku, peralatan, dan barang dagangan harus berasal dari produksi dalam negeri.
- Kemitraan dengan UMKM: Menjalin kerja sama dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai pemasok atau mitra dalam rantai pasok.
Kebijakan ini bertujuan untuk memberdayakan industri lokal, mengurangi ketergantungan pada produk impor, dan menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif.
Hak dan Kewajiban Pemberi dan Penerima Waralaba
PP 35/2024 mengatur secara jelas hak dan kewajiban baik bagi pemberi maupun penerima waralaba, antara lain:
Pemberi Waralaba
- Hak:
- Mendapatkan imbalan atau royalti sesuai dengan perjanjian.
- Menetapkan standar operasional dan kualitas yang harus patuhi oleh penerima waralaba.
- Kewajiban:
- Memberikan pelatihan dan bimbingan kepada penerima waralaba.
- Menjamin ketersediaan pasokan barang/jasa yang diperlukan.
- Melakukan pengawasan untuk memastikan standar kualitas terpenuhi.
Penerima Waralaba
- Hak:
- Menggunakan merek dagang dan sistem bisnis yang telah teruji.
- Mendapatkan dukungan dan pelatihan dari pemberi waralaba.
- Kewajiban:
- Membayar royalti atau biaya lain sesuai perjanjian.
- Mematuhi standar operasional dan kualitas yang ditetapkan.
- Menjalankan usaha sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Peluang dan Tantangan Waralaba di Era Digital
Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, bisnis waralaba juga mengalami transformasi. Digitalisasi membuka peluang baru, seperti pemasaran berbasis online, pemanfaatan layanan jasa buzzer untuk meningkatkan reputasi bisnis (baca lebih lanjut), dan tren bisnis makanan yang terus berkembang (simak tren waralaba F&B 2025). Salah satu contoh waralaba yang sedang naik daun adalah bisnis kuliner seperti pisang goreng Pontianak, yang menawarkan peluang bisnis menggiurkan (ulasannya di sini).
Kesimpulan
PP 35/2024 membawa berbagai perubahan yang bertujuan untuk menyederhanakan regulasi dan mendukung pertumbuhan waralaba di Indonesia. Dengan adanya peraturan ini, diharapkan lebih banyak pelaku usaha dapat berpartisipasi dalam model bisnis waralaba, sekaligus mendukung produk lokal dan UMKM. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menghadapi persaingan di era digital dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dengan strategi yang tepat, bisnis waralaba dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Berita Bisnis
Pengertian dari Usaha Bersama dan Peluangnya dalam Dunia Bisnis

Usaha bersama adalah bentuk kerja sama antara dua orang atau lebih dalam menjalankan suatu bisnis dengan tujuan mendapatkan keuntungan bersama.
Dalam usaha bersama, semua pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab serta hak yang seimbang sesuai dengan kesepakatan yang telah terbuat sebelumnya. Konsep usaha bersama sudah lama terkenal dalam dunia bisnis, baik dalam skala kecil maupun besar. Pada prinsipnya, usaha bersama mengedepankan sinergi antara para pemilik usaha dalam berbagai aspek, seperti modal, sumber daya, keahlian, hingga jaringan pasar. Bentuk usaha ini sering kita temukan dalam kemitraan, koperasi, dan usaha franchise.
Karakteristik Usaha Bersama
Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari usaha bersama:
- Kerja Sama yang Saling Menguntungkan
Setiap pihak dalam usaha bersama memiliki peran dan kontribusi masing-masing untuk mendukung keberlangsungan usaha. - Modal Bersama
Modal usaha terperoleh dari kontribusi semua anggota sesuai dengan kesepakatan yang telah anda buat. - Pembagian Keuntungan dan Risiko
Keuntungan yang kita peroleh akan terbagi sesuai kesepakatan, begitu pula dengan risiko yang mungkin terjadi dalam usaha. - Tanggung Jawab Bersama
Semua pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab dalam mengelola usaha agar berjalan dengan baik dan menguntungkan.
Jenis-Jenis Usaha Bersama
Usaha bersama dapat kita klasifikasikan menjadi beberapa jenis, tergantung pada bentuk kerja sama yang kita terapkan. Berikut beberapa bentuk usaha bersama yang umum kita temukan:
1. Koperasi
Usaha ini adalah salah satu bentuk usaha bersama yang berbasis pada prinsip keanggotaan dan kebersamaan. Koperasi kita jalankan oleh dan untuk anggotanya dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan bersama.
2. Franchise
Franchise atau waralaba merupakan bentuk usaha bersama di mana pemilik bisnis (franchisor) memberikan izin kepada pihak lain (franchisee) untuk menggunakan merek, produk, dan sistem bisnis yang telah terbukti sukses. Model usaha ini banyak kita pilih karena memiliki risiko yang lebih kecil jika membandingkannya dengan membangun bisnis dari nol.
Bagi Anda yang tertarik untuk memulai bisnis franchise, berikut artikel yang membahas lebih lanjut tentang tren franchise tahun 2025: Franchise F&B 2025: Tren, Peluang, dan Strategi.
3. Joint Venture
Joint venture adalah bentuk usaha bersama antara dua perusahaan atau lebih yang sepakat untuk bekerja sama dalam proyek atau bisnis tertentu. Umumnya, joint venture melibatkan perusahaan besar yang ingin memperluas pasar atau mengurangi risiko bisnis.
4. Kemitraan Usaha
Kemitraan usaha terjadi ketika dua pihak atau lebih menjalin kerja sama dengan pembagian tugas, modal, dan keuntungan yang telah kita sepakati. Model ini sering kita gunakan dalam bisnis skala kecil hingga menengah.
Keuntungan Usaha Bersama
Berikut adalah beberapa keuntungan dari usaha bersama yang membuatnya menarik bagi para pengusaha:
- Meningkatkan Kapasitas Modal Dengan menggabungkan modal dari beberapa pihak, usaha bersama memiliki peluang lebih besar untuk berkembang jika membandingkannya dengan usaha individu.
- Mengurangi Risiko Bisnis Risiko bisnis dapat terbagi di antara para pemilik usaha sehingga beban tidak hanya kita tanggung oleh satu pihak saja.
- Memanfaatkan Keahlian yang Berbeda Dalam usaha bersama, setiap anggota bisa menyumbangkan keahlian dan pengalaman mereka untuk kemajuan bisnis.
- Mempercepat Pertumbuhan Bisnis Dengan sumber daya yang lebih besar, usaha bersama dapat berkembang lebih cepat jika membandingkannya dengan usaha yang berjalan sendirian.
- Memperluas Jaringan dan Peluang Pasar Dengan adanya lebih dari satu pemilik, jaringan bisnis akan lebih luas, membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak pihak.
Tantangan dalam Usaha Bersama
Meskipun memiliki banyak keuntungan, usaha bersama juga memiliki beberapa tantangan yang perlu kita perhatikan, antara lain:
- Perbedaan Visi dan Misi Jika para pemilik usaha memiliki visi yang berbeda, konflik bisa terjadi dan menghambat perkembangan bisnis.
- Pembagian Keuntungan yang Tidak Adil Persoalan dalam pembagian keuntungan bisa menjadi pemicu perpecahan dalam usaha bersama.
- Kurangnya Komitmen dari Salah Satu Pihak Jika salah satu pihak tidak menjalankan perannya dengan baik, usaha bisa mengalami stagnasi atau bahkan kegagalan.
- Masalah Hukum dan Perizinan Dalam usaha bersama, penting untuk menyusun perjanjian bisnis yang jelas agar tidak terjadi masalah hukum di kemudian hari.
Peluang Usaha Bersama di Era Digital
Era digital membuka banyak peluang bagi usaha bersama, terutama dalam bidang usaha berbasis teknologi. Berikut beberapa jenis usaha yang menjanjikan di era digital:
1. Usaha Franchise Murah
Bisnis franchise kini semakin berkembang, dengan banyak pilihan waralaba murah namun tetap menguntungkan. Jika Anda tertarik memulai usaha franchise dengan modal yang lebih terjangkau, simak artikel ini: Usaha Franchise Murah dan Laris: Peluang Besar untuk Pengusaha Pemula.
2. Usaha Jasa Tanpa Modal
Salah satu keunggulan era digital adalah munculnya banyak peluang usaha jasa yang bisa kita jalankan tanpa modal besar. Bisnis seperti layanan konsultasi online, desain grafis, dan pemasaran digital semakin banyak peminatnya. Untuk ide lebih lanjut, baca artikel berikut: Usaha Jasa Tanpa Modal: Peluang Menjanjikan di Era Digital.
3. Dropshipping dan Reselling
Model bisnis ini memungkinkan seseorang menjual produk tanpa harus memiliki stok barang sendiri. Dropshipping dan reselling sangat populer di platform e-commerce.
4. Digital Marketing Agency
Dengan semakin banyaknya bisnis yang beralih ke online, jasa pemasaran digital semakin banyak yang mencari. Usaha ini bisa dijalankan bersama tim yang memiliki keahlian di bidang SEO, media sosial, dan iklan digital.
5. Startup Teknologi
Usaha berbasis teknologi, seperti pengembangan aplikasi dan layanan berbasis cloud, menawarkan potensi keuntungan yang besar jika dijalankan dengan strategi yang tepat.
Kesimpulan
Usaha bersama adalah model bisnis yang memberikan banyak keuntungan, terutama dalam hal pembagian modal, risiko, dan keahlian. Dengan memilih model usaha yang tepat, seperti franchise, joint venture, atau kemitraan usaha, pelaku bisnis dapat mempercepat pertumbuhan usahanya.
Selain itu, era digital membuka berbagai peluang usaha bersama yang bisa dijalankan dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal sama sekali. Bagi calon pengusaha yang ingin sukses, memanfaatkan peluang usaha bersama bisa menjadi strategi yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih besar.
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang peluang usaha di era modern, jangan lupa untuk membaca artikel terkait yang telah disediakan dalam artikel ini. Semoga bermanfaat!
Berita Bisnis
Petunjuk Membuka Usaha Agen Sembako: Peluang Menjanjikan

Usaha agen sembako merupakan salah satu peluang bisnis yang terus berkembang di Indonesia.
Kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan sehari-hari lainnya membuat bisnis ini memiliki pasar yang luas dan stabil. Dengan strategi yang tepat, usaha ini dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan dalam jangka panjang.
Artikel ini akan membahas berbagai aspek usaha agen sembako, mulai dari peluang bisnis, cara memulai, strategi pemasaran, hingga tantangan yang mungkin kita hadapi. Selain itu, kami juga akan memberikan wawasan mengenai bagaimana usaha ini bisa kita kembangkan lebih lanjut dengan model bisnis franchise atau bahkan memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Mengapa Memilih Usaha Agen Sembako?
- Pasar yang Luas dan Stabil
Kebutuhan akan sembako adalah kebutuhan primer yang tidak akan surut meskipun terjadi perubahan tren ekonomi. - Modal yang Relatif Fleksibel
Usaha ini dapat kita mulai dengan modal kecil hingga besar, tergantung pada skala operasional yang diinginkan. - Bisa Dimulai dari Rumah
Banyak agen sembako yang memulai usahanya dari rumah tanpa perlu menyewa tempat usaha. - Peluang untuk Berkembang
Jika terkelola dengan baik, usaha agen sembako dapat berkembang menjadi distributor atau bahkan franchise.
Cara Memulai Usaha Agen Sembako
1. Menentukan Target Pasar
Sebelum memulai, penting untuk menentukan siapa target pasar Anda. Apakah usaha ini akan menyasar konsumen rumah tangga, warung kecil, restoran, atau toko grosir? Mengetahui target pasar akan membantu Anda menentukan produk dan harga yang kompetitif.
2. Menyiapkan Modal Awal
Modal awal yang dibutuhkan bervariasi tergantung pada skala usaha. Untuk agen sembako skala kecil, modal bisa kita mulai dari Rp10 juta hingga Rp50 juta. Sedangkan untuk skala lebih besar, bisa mencapai ratusan juta rupiah.
3. Menentukan Supplier atau Distributor
Cari supplier atau distributor sembako yang menawarkan harga kompetitif. Anda bisa bekerja sama dengan grosir atau distributor resmi untuk mendapatkan harga terbaik.
4. Memilih Lokasi Strategis
Jika memungkinkan, pilih lokasi yang mudah diakses oleh pelanggan. Namun, jika modal terbatas, memulai dari rumah juga bisa menjadi alternatif yang efisien.
5. Mengurus Perizinan Usaha
Untuk meningkatkan kredibilitas usaha, mengurus perizinan seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan NPWP usaha sangat dianjurkan.
Strategi Sukses dalam Usaha Agen Sembako
- Menawarkan Harga Kompetitif
Harga menjadi salah satu faktor utama dalam bisnis sembako. Pastikan Anda memiliki harga yang kompetitif tanpa mengorbankan keuntungan. - Menjaga Ketersediaan Stok
Stok yang selalu tersedia akan membuat pelanggan tetap setia berbelanja di tempat Anda. - Meningkatkan Layanan
Berikan pelayanan terbaik seperti layanan pesan antar atau sistem pembayaran fleksibel untuk menarik lebih banyak pelanggan. - Memanfaatkan Teknologi Digital
Manfaatkan media sosial atau marketplace untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas. - Mengembangkan Jaringan dengan Warung dan UMKM
Bekerja sama dengan warung kecil dan UMKM dapat memperluas jangkauan bisnis Anda.
Peluang Franchise dalam Usaha Agen Sembako
Jika Anda ingin mempercepat pertumbuhan usaha agen sembako, model bisnis franchise bisa menjadi pilihan yang menarik. Dengan konsep ini, Anda bisa memperluas bisnis tanpa harus mengelola semua cabang secara langsung. Untuk memahami lebih dalam tentang model bisnis ini, Anda bisa membaca artikel berikut: Franchise: Peluang dan Strategi Bisnis yang Menguntungkan.
Selain itu, tren franchise di sektor makanan dan minuman juga dapat menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin mengembangkan bisnis agen sembako ke arah yang lebih besar. Simak lebih lanjut dalam artikel ini: Franchise F&B 2025: Tren, Peluang, dan Strategi.
Digitalisasi dalam Usaha Agen Sembako
Di era digital, usaha agen sembako tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Pemanfaatan platform digital seperti e-commerce, media sosial, dan aplikasi pesan antar dapat meningkatkan efisiensi bisnis.
Beberapa cara yang bisa diterapkan:
- Membuka toko online di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia
- Menggunakan media sosial untuk promosi dan komunikasi dengan pelanggan
- Menyediakan sistem pemesanan melalui WhatsApp atau website sendiri
- Menggunakan software akuntansi untuk manajemen keuangan yang lebih rapi
Jika Anda tertarik dengan peluang bisnis lain yang bisa dijalankan tanpa modal besar, Anda dapat membaca artikel berikut: Usaha Jasa Tanpa Modal: Peluang Menjanjikan di Era Digital.
Tantangan dalam Usaha Agen Sembako
- Persaingan Ketat
Banyaknya agen sembako di suatu wilayah dapat membuat persaingan menjadi ketat. - Fluktuasi Harga Barang
Harga bahan pokok sering mengalami kenaikan atau penurunan yang dapat memengaruhi margin keuntungan. - Masalah Distribusi dan Stok
Kesulitan mendapatkan stok barang dari distributor dapat menghambat operasional usaha. - Persoalan Keuangan dan Piutang
Banyak usaha agen sembako yang mengalami kesulitan karena sistem pembayaran hutang yang tidak terkelola dengan baik.
Kesimpulan
Usaha agen sembako adalah peluang bisnis yang menjanjikan dengan pasar yang luas dan stabil. Dengan strategi yang tepat, seperti memilih supplier yang andal, menawarkan harga kompetitif, memanfaatkan teknologi digital, dan bahkan mempertimbangkan model bisnis franchise, usaha ini dapat berkembang pesat.
Bagi Anda yang ingin memperbesar usaha atau mencari peluang bisnis lainnya, jangan ragu untuk mengeksplorasi berbagai artikel yang telah kami rekomendasikan. Dengan kerja keras dan strategi yang matang, usaha agen sembako bisa menjadi bisnis yang sukses dan berkelanjutan.